HTC Desire 10 Lifestyle: Ibarat Mobil Sport Bermesin Mungil

September 21, 2016

by — Posted in Berita

Mungkin itulah perumpamaan yang pantas disematkan untuk ponsel baru besutan HTC ini.

Kemarin, tepatnya pada Kamis (21/9) HTC menghelat acara peluncuran ponsel barunya yaitu seri HTC Desire 10 yang terdiri dari dua model, HTC Desire 10 Lifestyle dan HTC Desire 10 Pro. Dari sisi desain, boleh dibilang ponsel ini memiliki desain yang menawan dengan pemilihan warna yang jarang ditemui di ponsel-ponsel lain, diantaranya warna biru muda dan biru tua dengan aksen garis antena dan list berwarna emas, menarik bukan? Juga lekuk bodi dan peletakan tombol, port serta lubang speaker yang rapi dan unik. Awalnya Saya pikir ponsel ini bisa jadi “penyegar” terhadap desain ponsel masa sekarang yang begitu-begitu saja dan bisa menjadi pilihan bagi calon konsumen yang menginginkan ponsel yang berbeda dari lain.

1474363712-9f38303e1e20e59b43e6967252da273c-600x374
What a beauty..

Tapi,  pemikiran itu mulai memudar ketika Saya membaca kolom spesifikasi khususnya untuk HTC Desire 10 Lifestyle, yang mana dalam keterangan prosesor tertulis “Snapdragon 400”. Ya, Snapdragon 400! HTC sengaja menyandingkan desain unik HTC Desire 10 Lifestyle dengan prosesor yang sudah ada sejak 3 tahun lalu dan bahkan kini sudah digunakan untuk jajaran jam pintar atau smartwatch. Prosesor yang hanya memiliki empat inti berjenis Cortex-A7 dan cuma mampu menjalankan sistem operasi Android 32-bit terkesan sangat underpower untuk ponsel sekelas ini. Apalagi melihat kebiasaan HTC yang cenderung mematok price tag lebih tinggi dibanding kompetitor. Seperti yang sebelumnya judul ini katakan, HTC Desire 10 Lifestyle adalah ibarat Anda mengendarai mobil sport dengan desain yang khas dan mencolok namun disaat membuka kap mesin Anda hanya akan menemukan mesin mungil berkubikasi 998cc 3-silinder. Luar biasa.

Maksud Saya, ayo lah HTC, Qualcomm seri Snapdragon 4xx juga sudah ada yang baru misalnya Snapdragon 430 yang menawarkan performa lebih mumpuni dan punya fitur jauh lebih baik. Padahal jika dilihat dari sisi spesifikasi seperti fitur  koneksi 4G LTE, Android 6.0 Marshmallow, baterai 2700 mAh, kamera masing-masing 13 megapiksel dan 5 megapiksel untuk depan dan belakang, ukuran RAM dan ruang penyimpanan yang cukup besar yakni 3GB dan 32GB rasanya sudah cukup untuk bersaing dengan ponsel sekelasnya.

Saya yakin banyak yang menyayangkan keputusan HTC ini, apalagi fanboy-nya (jika masih ada) yang menginginkan HTC sebagai salah satu pelopor ponsel Android untuk mengulang kesuksesannya seperti dulu lagi. Memang, tahun ini HTC masih punya kesempatan dengan dua Google Nexus (atau sekarang Pixel) yang kuat rumornya akan didesain oleh mereka dan Google. Tapi apa dengan itu artinya boleh lepas tangan terhadap seri lainnya yang bahkan punya potensi mendulang kesuksesan?

HTC, sehat?

Sumber: GSMArena