Ponsel Baru di Indonesia Tahun 2017

January 15, 2017

by — Posted in Berita, Rumor

Tahun baru, saatnya produsen ponsel berlomba menghadirkan produk terbarunya untuk hiasi etalase toko ponsel luring maupun daring di tanah air.

Tahun baru identik dengan produk-produk baru, tak terkecuali ponsel pintar. Perusahaan ponsel ternama tentu tak henti-hentinya terus meracik dan berinovasi menciptakan produk unggulan untuk bisa bersaing ketat merebut hati para calon konsumen. Tak jarang pula beberapa produsen mencoba untuk bergerak secepat mungkin, contohnya dengan melakukan registrasi produknya ke lembaga-lembaga seperti FCC di Amerika Serikat ataupun TENAA di Tiongkok agar ketika sudah dirilis langsung dapat dijual ke pasaran. Namun langkah ini nyatanya beresiko, informasi produk yang seharusnya tidak diketahui oleh masyarakat umum sudah bocor duluan lewat lembaga-lembaga tadi.

Di tanah air sendiri kita juga memiliki aturan yang hampir sama, yaitu pengajuan izin resmi sebelum para produsen dapat melalukan penjualan yang diatur oleh pemerintah dan diurus melalui Ditjen POSTEL (Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi) dan program TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) milik Kemenperin. Berbicara tentang TKDN, tahun ini telah ditetapkan aturan baru yang mewajibkan naiknya persentase TKDN dari 20% menjadi 30%. Aturan baru ini ternyata membuat banyak produsen curi start sejak tahun lalu untuk mengurus sertifikat  produk yang seharusnya ditujukan untuk dijual tahun 2017. Hal ini secara tidak langsung dapat disusun menjadi sneak-peek kehadiran produk-produk terbaru ke Indonesia. Namun, ada satu hal yang perlu diingat, terdaftarnya suatu produk dalam lembaga sertifikasi seperti Ditjen POSTEL atau TKDN sekalipun tak serta merta membuat produk tersebut absolut akan dijual di Indonesia, tentu masih banyak pertimbangan yang akan diambil oleh produsen untuk akhirnya diputuskan apakah akan dijual ke pasaran atau hanya jadi kelinci percobaan. Oleh karena itu saya ingatkan, sikapi daftar di bawah sebagai perkiraan dan harapan. Mari kita mulai.

Apple

iPhone 7 & iPhone 7 Plus

Tampaknya sudah banyak yang tahu jika Apple akhirnya berinvestasi ke Indonesia dengan membangun pusat riset dengan nominal yang fantastis. Selain untuk mengembangkan bakat putra tanah air membangun inovasi mutakhir, tujuan lain Apple tentu untuk berdagang. Apple dikabarkan akan menjual seri iPhone 7 di Indonesia tahun 2017. Serta produk lain macam iPad yang kebetulan bukan fokus utama pada pembahasan kali ini. Mengenai varian mana saja yang akan dijual memang belum dipastikan, meski begitu tetap saja hal ini adalah angin segar bagi pecinta produk Apple, bukan?

Sumber: Pusat riset, POSTEL

ASUS

Zenfone 3 Zoom (Z01HD)

ASUS Indonesia merupakan salah satu produsen yang cukup agresif mendatangkan lini smartphone-nya ke tanah air, setidaknya hampir 90% persen produk global mereka pasti berujung dipasarkan di Indonesia. Jika tahun lalu mereka menjual seri Zenfone 3 dengan berbagai model, di tahun 2017 seri ini akan kedatangan produk baru, Zenfone 3 Zoom dengan nomor model Z01HD. Produk ini sudah memiliki serifikat tercetak baik di Ditjen POSTEL maupun situs TKDN.

Sumber: POSTEL, TKDN

Blackberry

Blackberry BBC100-1 (nomor model)

Ah Blackberry, sang raja yang kini telah turun tahta dan sekarang berlabuh entah kemana. Tapi tunggu dulu, tahun ini Blackberry akhirnya menyiapkan amunisi baru untuk pasar lokal tanah air. Bekerja sama dengan produsen ponsel lokal, Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Blackberry membuat nama baru bertajuk PT. BB Merah Putih untuk membuat ponsel sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia, dengan nomor model “BBC100-1” ponsel ini tengah diuji di Ditjen POSTEL dan hingga saat berita ini ditulis stastusnya sedang dalam tahap bayar uji SP2. Sama sekali belum diketahui nama umum, bentuk, apalagi spesifikasi ponsel ini, dikarenakan ponsel ini nantinya hanya akan dijual di beberapa negara tertentu.

Sumber: POSTEL

Huawei

P8 Lite (2017), P10

Huawei Indonesia sejatinya adalah salah satu produsen yang adem-ayem jika melihat pergerakannya di pasar ponsel tanah air. Mereka cenderung tak terburu-buru untuk memasukkan model terbarunya kemari. Disamping itu, mungkin ada banyak pertimbangan penyesuaian model oleh Huawei, misal saja untuk seri P9 tak seluruhnya diboyong ke Indonesia, hanya P9 Lite dan P9 saja, tanpa menyertakan P9 Plus. Mungkin nasib sama akan terjadi dengan seri Mate 9.

Kembali ke pembahasan utama, Huawei sekiranya menyiapkan beberapa model baru dengan nomor model sebagai berikut: CRO-L22, MYA-L22, PRA-LX2, TRT-LX2, VTR-L29, WAS-LX2. Yang membuat saya heran, tak satupun nomor model di atas terdaftar di situs sertifikasi manapun selain Ditjen POSTEL dan situs TKDN, artinya sangat sedikit informasi yang didapatkan saat mengolah nomor-nomor ini. Untungnya, ada secuil informasi yang saya dapatkan berasal dari salah satu sumber terpercaya. Dua dari sekian nomor model ini merupakan Huawei P8 Lite (2017) dan Huawei P10. Huawei P8 Lite (2017) bernomor model PRA-LX2 yang diyakini punya nama kode “Prague”, sedangkan P10 punya nomor model VTR-L29 dengan nama kode “Victoria”. Huawei P8 Lite (2017) sebenarnya sudah diumumkan di ajang CES pada Januari ini, untuk Huawei P10 bahkan belum diumumkan untuk pasar global sekalipun.

Sumber: TKDN

Lenovo (Moto)

Lenovo: K6 Power, K6 Note, P2
Moto: Moto M, Moto Z, Moto Z Play, Moto G5 (Plus)

Kasus unik terjadi untuk Lenovo (dan Moto) di Indonesia, sejauh pemantauan saya dalam dua tahun terakhir, Lenovo Indonesia memang paling cepat jika urusan mengajukan persyaratan produk sebelum dilepas ke pasaran. Sayang, pada akhirnya produk-produk yang didaftarkan tersebut berujung menjadi kelinci percobaan dan tak kunjung dijual resmi meskipun sudah mengantongi sertifikat dari pemerintah. Entah apa yang dipertimbangan Lenovo Indonesia hingga akhirnya batal untuk menjual produknya. Tercatat cukup banyak produk yang terbengkalai dan berakhir di lembaga sertifikasi, misalnya Lenovo Vibe X3, Lenovo Phab2, Motorola Moto X 2nd Gen, dan Moto G 3rd Gen.

Di tahun 2017 ini semoga Lenovo Indonesia melakukan perombakan dan mematangkan strategi untuk serius memboyong produk terbarunya. Dalam dua bulan terakhir, setidaknya ada tujuh model yang didaftarkan oleh Lenovo (Moto) Indonesia ke situs Ditjen POSTEL dan TKDN. Adalah Lenovo K6 Power (K33a42), Lenovo K6 Note (K53a48), dan Lenovo P2 (P2a42). Sementara untuk lini Moto ada Moto M (XT1663), Moto Z (XT1650-03), Moto Z Play (XT1635-02), dan Moto G5 Plus (XT1685). Untuk model yang disebut terakhir bahkan belum sempat diumumkan ke pasar global, semoga saja ini indikasi ketika pada saat rilis global sudah dilakukan, peluncuran ke tanah air hanya berselang hitungan minggu saja. Semoga.

Sumber: TKDN

LG

K10 (2017), X240K (nomor model)

Tak banyak yang saya dapatkan ketika mengetikkan kata “LG” dalam kolom pencarian di situs TKDN atau Ditjen POSTEL. Hanya ada dua jenis ponsel yang terdaftar dalam situs Ditjen POSTEL yakni LG – M250 dan LG – X240K. Bahkan untuk identitas LG – X240K  pun sama sekali tak dapat diketahui karena tak ditemukan informasi apapun. Sementara jika mencari LG – M250 akan ditemukan sekelumit informasi bahwa ponsel ini memiliki spesifikasi dengan CPU MediaTek MT6750 dengan konfigurasi RAM sebesar 2GB, yang mengarah kepada seri LG K 2017 tepatnya tipe K10 2017 yang diluncurkan belum lama ini.

Sumber: POSTEL

Samsung

Galaxy A (2017)

Pergerakan Samsung Indonesia di awal tahun 2017 nampaknya belum begitu agresif, hanya terlihat seri Galaxy A (2017) yang berlalu-lalang di lembaga sertifikasi dalam negeri. Ketiga seri Galaxy A (2017) yang masing-masing adalah Galaxy A3 (A320Y), Galaxy A5 (A520F), dan Galaxy A7 (A720F) memang sudah diumumkan di pasar dunia, dan menariknya Samsung Indonesia tergolong cepat jika urusan mendatangkan produknya. Terbukti banyak media-media lokal yang sudah mendapatkan unit pratinjau untuk diulas. Melihat kebiasaan Samsung Indonesia ini memungkinkan seri Galaxy A (2017) akan hadir di toko-toko ponsel online maupun offline dalam waktu dekat.

Sumber: TKDN

Vivo

V5 Plus

Sebenarnya Vivo Indonesia akan cukup banyak menelurkan model baru di tahun 2017. Ada empat tipe baru dengan nomor model berbeda, keempatnya adalah vivo – 1606, vivo – 1609, vivo – 1610, dan vivo – 1611. Jika dilihat di situs TKDN, pada keterangan spesifikasi terungkap bahwa keempat ponsel ini menyasar ke segmen yang berbeda. Yang paling ditunggu mungkin adalah vivo – 1611 yang kemungkinan besar akan punya nama umum Vivo V5 Plus. Ponsel yang rumornya bakal diluncurkan di pasar global pada akhir bulan Januari ini akan dibekali sepasang kamera depan yang masing-masing beresolusi 20 megapiksel dan 8 megapiksel, dan jelas akan mengusung embel-embel ponsel selfie, fenomena yang sedang marak untuk penikmat ponsel dalam negeri.

Sumber: POSTEL, TKDN

Xiaomi

Redmi 3S, Redmi 4A, Redmi Note 4

Tahun lalu Xiaomi Indonesia terkesan pasrah dengan aturan TKDN yang ditetapkan. Di saat ponsel-ponsel Xiaomi bergaransi non-resmi merajalela di pasaran, Xiaomi Indonesia yang bekerjasama dengan grup Erajaya hanya mampu mengeluarkan dua tipe ponsel yakni Redmi 3 Prime dan Redmi Note 3 yang itupun hanya 3G karena terkait regulasi. Tak punya rekanan perakitan lokal mungkin jadi salah satu penghambat utama mengapa Xiaomi Indonesia tak mampu berbuat banyak di tahun 2016

Tahun ini Xiaomi Indonesia mencoba bangkit dengan menggandeng pabrikan lokal rekanan Erajaya untuk merakit ponselnya. Terpantau dari situs TKDN dan Ditjen POSTEL ada tiga produk yang didaftarkan yaitu Redmi 3S (MI – 2016031), Redmi 4A (MI – 2016117) dan Redmi Note 4 (MI – 2016102). Kehadiran ketiga ponsel diisukan akan muncul di kuartal kedua tahun 2017.

Sumber: POSTEL, TKDN